SELAMAT DATANG DI BLOG KEROHANIAN DHARMA http://www.dharmasakya.blogspot.com
SALAM SUKSES UNTUK KITA MENJALANIN DHARMA KEHIDUPAN

Sepuluh Prinsip Universal dalam Agama Buddha



Sejumlah daftar telah dibuat oleh berbagai umat Buddha yang termasyhur untuk mencantumkan kepercayaan-kepercayaan yang umum dari aliran-aliran dalam Agama Buddha. Dua di antaranya yang paling terkenal adalah dari H.S. Olcott (1891, Empat Belas ”Kepercayaan Buddhis yang Fundamental”) dan Christmas Humphreys (1945, ”Dua Belas Prinsip Agama Buddha”) (Humphreys 1962, 72 ff.). Dalam dunia sistem desimal sekarang ini, cukup rapi jika daftar lain seperti itu—Sepuluh Prinsip Universal Agama Buddha—juga dibikin.



1)  BUDDHA – baik sebagai guru historis Sakyamuni maupun sebagai prinsip spiritual. Pencerahan yang merupakan inspirasi, cara, dan tujuan kita; yang mengujudkan diri dalam berbagai Buddha, Bodhisattwa, dan makhluk suci lainnya dalam Mahayana.

2)  CITA-CITA BODHISATTWA – bagi Theravada ini merupakan cita-cita tertinggi karena ia menghantar kepada Kebuddhaan Agung. Bagi Mahayana ini merupakan wahana tertinggi untuk keluar dari penderitaan makhluk hidup.

3)  HIDUP INI SATU DAN TAK TERBAGI – yang rendah, manusia, dan yang suci, adalah cuma manivestasi dari peristiwa-peristiwa yang saling berhubungan yang numpang lewat yang menciptakan alam semesta ini yang tidak lain juga adalah bentuk luar dari keutuhan yang transeden.

4) KETIDAKKEKALAN ATAU LINGKARAN KEBERADAAN – yang mencirikan keberadaan duniawi kita dan sesungguhnya semua keberadaan dan hanya untuk dimengerti dan dibebaskan melalui pemutusan rantai Roda sebab akibat yang saling bergantungan.

5) TANPA INTI ATAU KEKOSONGAN – yang mencirikan semuanya, bahkan Nirwana, tidak ada suatu entitas yang tetap yang dapat ditemukan dalam apapun atau peristiwa apapun, selain dari cuma suatu kontiniutas yang memberikan kesan salah sebagai kekekalan.

6) KARMA DAN KELAHIRAN KEMBALI – yang menjelaskan perubahan kita dan pada saat yang sama menyediakan harapan bagi kemajuan diri dan nasib yang lebih baik di atas jalan spiral ke pencerahan.

7) JALAN TENGAH – yaitu penghindaran dari yang ekstrem, dan tetap berada di jalan Kebijaksanaan dan Welas asih, dan menapaki satu jalan dari Buddha.

8) JALAN MULIA DELAPAN RUAS seperti diwujudkan dalam Empat Kebenaran Mulia – yang merupakan ringkasan dari kondisi umat manusia dan makhluk duniawi dan cetak biru bagi kehidupan spiritual yang terdiri dari moralitas, konsentrasi, dan kebijaksanaan.

9)  PENYELAMATAN DIRI SENDIRI – satu-satunya tujuan spiritual yang ahli, karena diri sendiri adalah pencipta. Dengan pikiran sebagai perancang besar dan hanya oleh diri sendiri penyelamatan agung bisa dilakukan.

10)  MEDITASI – karena pikiran itu yang tertinggi, ia harus dikenal dan diasah sebelum bisa dibebaskan, dan satu-satunya cara untuk melakukan hal ini adalah melalui berbagai metode meditasi



Sumber: "Jalan Tunggal", Penerbit Dian Dharma

Tidak ada komentar :

(NAVIGASI PAGE)