SELAMAT DATANG DI BLOG KEROHANIAN DHARMA http://www.dharmasakya.blogspot.com
SALAM SUKSES UNTUK KITA MENJALANIN DHARMA KEHIDUPAN

Mengapa justru menimpa diriku?

Ketika mengalami bencana tidak diharapkan, sering orang bertanya-tanya mengapa justru diri sendiri yang selalu tertimpa bencana dan malapetaka?
 
Master Cheng Yen menjelaskan dengan mengutip syair dari “Dharma bagaikan air” (Pertobatan air samadhi penuh welas asih), manusia awam “mungkin menciptakan dosa karena tiga karma, mungkin melakukan kesalahan karena keenam indera, mungkin timbul pikiran jahat karena khayalan, mungkin ternoda karena melekat pada kondisi luar”, kadangkala aktifitas tubuh, mulut dan pikiran telah menciptakan dosa, namun kita masih tidak menyadarinya,
juga mungkin saat enam indera berhubungan dengan lingkungan luar, lalu timbul gangguan pikiran, saling membandingkan dan kemelekatan, maka ketika sekarang kita bertemu dengan jalinan jodoh tidak baik, kita seharusnya melakukan refleksi dan mencengkam niat awal yang semula jernih, jangan biarkan pikiran bukan-bukan tersimpan dalam batin.

“Dalam membina diri, kita harus membina dada yang lapang dan niat yang murni, barulah dapat menjalin jodoh baik dengan orang dan menanam benih baik; kita harus membangkitkan suasana hati lapang ‘tiga tiada di dunia ini’ --- di dunia ini tiada orang yang tidak kucintai, tiada orang yang tidak kupercayai dan tiada orang yang tidak kumaafkan, sehingga tidak akan timbul perselisihan dengan orang. Jika antar sesama harmonis, masalah harmonis dan prinsip kebenaran juga harmonis, baru akan terbina jalinan jodoh baik.”

Master melanjutkan, jika tidak dapat melapangkan hati dan selalu melekat pada kebingungan, pada saat menerima balasan karma penuh penderitaan, masih saja timbul pikiran bukan-bukan dan menciptakan karma buruk, itu “bagaikan sepuluh kejahatan timbul saling berganti dan menumbuhkan  kerisauan tak terhingga jumlahnya”; tabiat buruk yang terakumulasi dalam jangka waktu lama masih belum terhapus, sekarang malah menambah karma buruk, itu akan membuat hati tidak tenang dan lingkungan luar tidak damai, sehingga tidak akan ada kedamaian selama-lamanya.

“Wujud dosa yang dilakukan walau tidak terhingga, namun sumber penderitaan dan dosa ini hanya ada tiga”, segala macam bentuk dosa dari makhluk hidup bersumber pada kerisauan, karma dan buah karma dalam batin manusia.***

Tiada seorang pun yang dapat memperkirakan apakah detik selanjutnya akan berada dalam kondisi selamat, justru manusia yang berada dalam ketidak kekalan selalu saja mencari-cari demi kenikmatan di masa mendatang; Master mengatakan, kehidupan ini memang penuh ketidak kekalan, namun kita harus mencengkam niat baik sesaat untuk mengejar taraf kesadaran dan kembali pada sifat hakiki yang semula suci, sebab batin menuju pencerahan ini baru kekal adanya.

Tidak ada komentar :

(NAVIGASI PAGE)