Makna Perayaan Imlek
Dalam jutaan orang Tionghoa yang ada
di dunia ini, ternyata yang mengetahui sejarah dan asal usul Tahun Baru Imlek
memang tidak banyak. Biasanya mereka hanya merayakannya dari tahun ke tahun
bila kalender penanggalan Imlek telah menunjukan tanggal satu bulan satu. Jenis
dan cara merayakannya pun bisa berbeda dari satu suku dengan yang lain.
Hal ini dikarenakan luasnya daratan
Tiongkok dengan beraneka ragamnya kondisi alam, lingkungan baik secara
geografis maupun demografis, belum lagi secara etnis. Ada yang dimulai dengan
sembahyang kepada Thian dan para Dewa, serta leluhur, ada pula yang dimulai
dengan makan ronde, maupun kebiasaan-kebiasaan lain sebelum saling berkunjung
antar sanak saudara sambil tidak lupa membagi-bagi “Ang Pau” untuk anak-anak,
yang tentu saja menerimanya dengan penuh kegembiraan.
Kebijaksanan = Panna
Delapan jalan utama dapat di bagi
dalam tiga bagian utama yaitu Sila, Samadhi dan Panna. Panna atau
kebijaksanaan ini sangat memegang peranan penting dalam Buddhism.
Kebijaksaan atau Panna yang
dimaksud adalah kebijaksaan tinggi. Kebijaksanaan dalam agama Buddha dapat
dibagi dalam tiga level (Lihat Jenis
Kebijaksanaan) yaitu:
1. Sutta Maya Panna. Kebijaksanaan ini adalah
kebijaksanaan yang umum kita kenal. Kebijaksanaan ini di dapat karena hasil
proses mendengar maupun membaca.
2. Cinta Maya Panna. Kebijaksanaan yang diperoleh karena
berpikir. Berpikir disini adalah berpikir secara phisik bukan batin. Level
kebijaksanaan ini lebih tinggi dari Sutta Maya Panna. Namun tetap ada
keterbatasan karena ada banyak kasus yang tidak bisa dipecahkan oleh pikiran
biasa.
Guna Guna Santet Pelet
Masalah Guna
Guna, Santet, Pelet, Black Magic, Ilmu Hitam atau apalah namanya yang
mengarah kesana, muncul kembali kedalam wacana masyarakat karena kasus
perseteruan antara Adi Bing Selamet dengan Eyang Subur akhir akhir ini. DPR pun
sibuk bersidang untuk membuat undang undang tentang santet.
Dalam agama
Buddha ilmu semacam ini dikategorikan sebagai Tirachana Vijja yang artinya ilmu
binatang atau ilmu rendahan. Bapak Cornelis Wowor dalam ceramah Dhammanya di
Vihara Pluit Dharma Sukha menjelaskan bahwa di India, sebelum pangeran Sidharta
menjadi Buddha, ilmu semacam ini pun sudah ada.
Evaluasi Akhir Tahun
Evaluasi akhir tahun lazim dilakukan oleh sebuah
perusahaan untuk menilai kinerja perusahaan selama setahun. Sayangnya
kita sering lebih memberikan perhatian kepada hal-hal materi diluar kita.
Melupakan hal penting untuk diri sendiri. Kita jarang malah hampir tidak pernah
melakukan evaluasi akhir tahun terhadap diri kita sendiri.
Kalaupun kita melakukan evaluasi akhir tahun terhadap diri
sendiri, itu lebih banyak berkaitan dengan yang bersifat materi ataupun harta
benda, misalnya dengan melakukan pelaporan pajak setiap tahun. Kita
mengevaluasi harta kekayaan kita apakah bertambah, berkurang. Apakah tahun ini
penghasilan saya bertambah atau malah berkurang.
HARI BESAR AGAMA BUDDHA
A. Hari Raya Wâisak
(Vesâkhâ Pûja)
Hari Raya Waisak pada umumnya jatuh pada
purnamasidhi di bulan Mei, namun kadangkala pada hari-hari pertama bulan Juni
bila jatuh pada tahun kabisat lunar.
Hari Waisak dijuluki pula “Hari Trisuci Waisak” karena pada hari itu umat Buddha sedunia memperingati Tiga Peristiwa Agung yang terjadi pada zaman kehidupan Sang Buddha Gotama lebih dari 2500 tahun yang lalu.
Hari Waisak dijuluki pula “Hari Trisuci Waisak” karena pada hari itu umat Buddha sedunia memperingati Tiga Peristiwa Agung yang terjadi pada zaman kehidupan Sang Buddha Gotama lebih dari 2500 tahun yang lalu.
Tiga Peristiwa Agung tersebut adalah:
JANGAN CARI ALASAN MENUTUPI KEGAGALAN
JANGAN CARI ALASAN MENUTUPI KEGAGALAN, TETAPI CARILAH CARA UNTUK KEBERHASILAN.
Jangan menutup-nutupi kelemahan dan kegagalan dengan berbagai alasan. Terima dan hadapi kegagalan itu sebagai sebuah pengalaman serta pelajaran hidup yang berharga agar bisa menjadi pedoman dan cara tepat untuk mencapai kemajuan dan keberhasilan.
KETIKA DALAM KEADAAN PUTUS ASA DAN MENDERITA
KETIKA DALAM KEADAAN PUTUS ASA DAN MENDERITA, LIHAT DAN RENUNGKAN KEADAAN DISEKITAR KITA
Ketika kita dalam keadaan sangat menderita dan putus asa, cobalah melihat dan merenungkan keadaan orang sekitar kita. Mungkin masih banyak yang lebih menderita daripada kita. Karena itu tetaplah tegar dan percaya diri, berpikir positif dan optimis, berjuang terus dan pantang menyerah.
Popular Posts
Blogger templates
Categories
Blogroll
Blog Archive
-
►
2014
(16)
- ► 10/05 - 10/12 (1)
- ► 09/14 - 09/21 (9)
- ► 05/11 - 05/18 (1)
- ► 04/27 - 05/04 (1)
- ► 01/26 - 02/02 (1)
- ► 01/19 - 01/26 (3)
-
►
2013
(11)
- ► 07/28 - 08/04 (5)
- ► 04/28 - 05/05 (1)
- ► 04/21 - 04/28 (1)
- ► 04/14 - 04/21 (1)
- ► 02/17 - 02/24 (1)
- ► 01/27 - 02/03 (1)
- ► 01/06 - 01/13 (1)
-
►
2012
(26)
- ► 12/23 - 12/30 (2)
- ► 12/16 - 12/23 (3)
- ► 11/04 - 11/11 (2)
- ► 09/16 - 09/23 (3)
- ► 09/09 - 09/16 (2)
- ► 08/19 - 08/26 (1)
- ► 08/12 - 08/19 (4)
- ► 05/20 - 05/27 (1)
- ► 05/13 - 05/20 (2)
- ► 05/06 - 05/13 (1)
- ► 04/15 - 04/22 (2)
- ► 03/04 - 03/11 (3)
-
►
2011
(54)
- ► 09/11 - 09/18 (7)
- ► 09/04 - 09/11 (2)
- ► 08/28 - 09/04 (2)
- ► 08/07 - 08/14 (2)
- ► 07/31 - 08/07 (1)
- ► 07/17 - 07/24 (2)
- ► 07/10 - 07/17 (3)
- ► 07/03 - 07/10 (6)
- ► 06/26 - 07/03 (2)
- ► 06/19 - 06/26 (1)
- ► 06/12 - 06/19 (3)
- ► 06/05 - 06/12 (4)
- ► 05/29 - 06/05 (1)
- ► 05/15 - 05/22 (2)
- ► 05/01 - 05/08 (7)
- ► 04/24 - 05/01 (8)
- ► 04/17 - 04/24 (1)
About
Copyright ©
KEROHANIAN DHARMA | Powered by Blogger
Design by Flythemes | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com

