Semangat Missionaris Dalam Buddhisme
Terdapat kelompok umat Buddha yang menolak pandangan yang mengatakan
adanya semangat missionaris dalam Buddhisme. Pendapat kelompok umat ini
tidaklah sepenuhnya benar. Bukannya tidak ada, malah boleh dikata
semangat missionaris Buddhis merupakan semangat missionaris yang sangat
awal, jika tidak bisa dibilang yang pertama, dalam catatan peradaban
agama manusia. Sebenarnya penolakan yang dilontarkan oleh kelompok tersebut lebih
didasarkan pada kekhawatiran dapat timbulnya pengertian yang salah dari
umat awam tentang semangat missionaris Buddhis. Dewasa ini karena ulah kelompok-kelompok tertentu kata
missionaris telah cenderung menjadi berkonotasi negatif. Oleh sebab
itu, jika mendengar kata missionaris, kesan pertama yang muncul adalah
sekelompok orang yang berusaha mempengaruhi dan merubah keyakinan orang
atau kelompok lain yang berbeda agamanya.
Duka Cita
Duka Cita
Abin Nagasena
Abin Nagasena
Ungkapan say it with flowers mungkin sudah sangat akrab
dengan telinga kita. Jika mendengar ungkapan tersebut, kemungkinan besar
bayangan yang pertama muncul dalam benak kita adalah suasana bahagia
sepasang mudamudi yang sedang kasmaran yang menyatakan perasaan cinta
mereka dengan melalui perantaraan bunga. Itu gambaran yang sangat umum,
namun ternyata ungkapan tersebut lebih banyak digunakan orang dalam
suasana yang tidak bahagia.
Say it with flowers ternyata lebih sering
berupa karangan bunga ungkapan bela sungkawa yang dikirimkan ke rumah
duka saat ada sahabat, kolega atau kerabat yang meninggal dunia.
Mengungkapkan rasa suka saja sudah begitu susah, apalagi ungkapan rasa
duka. Oleh karena itu, ungkapan rasa duka akan terasa lebih mudah jika
disampaikan dalam bentuk bunga. Ungkapan dengan bunga biasanya juga
diembel-embeli kalimat Turut Berduka Cita. Namun, jika kita
perhatikan lebih seksama, ternyata karangan bunga yang dikirimkan oleh
umat Buddha (baca: umat Buddha yang mendalami Dharma, bukan umat Buddha
KTP) atau organisasi Buddhis, biasanya tidak menyertakan kalimat Turut Berduka Cita tetapi menggunakan kalimat Sabbe Sankhara Anicca. Umat Buddha yang mengenal Dharma tentu mengerti arti kalimat Sabbe Sankhara Anicca.
Makna Perayaan Imlek
Dalam jutaan orang Tionghoa yang ada
di dunia ini, ternyata yang mengetahui sejarah dan asal usul Tahun Baru Imlek
memang tidak banyak. Biasanya mereka hanya merayakannya dari tahun ke tahun
bila kalender penanggalan Imlek telah menunjukan tanggal satu bulan satu. Jenis
dan cara merayakannya pun bisa berbeda dari satu suku dengan yang lain.
Hal ini dikarenakan luasnya daratan
Tiongkok dengan beraneka ragamnya kondisi alam, lingkungan baik secara
geografis maupun demografis, belum lagi secara etnis. Ada yang dimulai dengan
sembahyang kepada Thian dan para Dewa, serta leluhur, ada pula yang dimulai
dengan makan ronde, maupun kebiasaan-kebiasaan lain sebelum saling berkunjung
antar sanak saudara sambil tidak lupa membagi-bagi “Ang Pau” untuk anak-anak,
yang tentu saja menerimanya dengan penuh kegembiraan.
Kebijaksanan = Panna
Delapan jalan utama dapat di bagi
dalam tiga bagian utama yaitu Sila, Samadhi dan Panna. Panna atau
kebijaksanaan ini sangat memegang peranan penting dalam Buddhism.
Kebijaksaan atau Panna yang
dimaksud adalah kebijaksaan tinggi. Kebijaksanaan dalam agama Buddha dapat
dibagi dalam tiga level (Lihat Jenis
Kebijaksanaan) yaitu:
1. Sutta Maya Panna. Kebijaksanaan ini adalah
kebijaksanaan yang umum kita kenal. Kebijaksanaan ini di dapat karena hasil
proses mendengar maupun membaca.
2. Cinta Maya Panna. Kebijaksanaan yang diperoleh karena
berpikir. Berpikir disini adalah berpikir secara phisik bukan batin. Level
kebijaksanaan ini lebih tinggi dari Sutta Maya Panna. Namun tetap ada
keterbatasan karena ada banyak kasus yang tidak bisa dipecahkan oleh pikiran
biasa.
Guna Guna Santet Pelet
Masalah Guna
Guna, Santet, Pelet, Black Magic, Ilmu Hitam atau apalah namanya yang
mengarah kesana, muncul kembali kedalam wacana masyarakat karena kasus
perseteruan antara Adi Bing Selamet dengan Eyang Subur akhir akhir ini. DPR pun
sibuk bersidang untuk membuat undang undang tentang santet.
Dalam agama
Buddha ilmu semacam ini dikategorikan sebagai Tirachana Vijja yang artinya ilmu
binatang atau ilmu rendahan. Bapak Cornelis Wowor dalam ceramah Dhammanya di
Vihara Pluit Dharma Sukha menjelaskan bahwa di India, sebelum pangeran Sidharta
menjadi Buddha, ilmu semacam ini pun sudah ada.
Evaluasi Akhir Tahun
Evaluasi akhir tahun lazim dilakukan oleh sebuah
perusahaan untuk menilai kinerja perusahaan selama setahun. Sayangnya
kita sering lebih memberikan perhatian kepada hal-hal materi diluar kita.
Melupakan hal penting untuk diri sendiri. Kita jarang malah hampir tidak pernah
melakukan evaluasi akhir tahun terhadap diri kita sendiri.
Kalaupun kita melakukan evaluasi akhir tahun terhadap diri
sendiri, itu lebih banyak berkaitan dengan yang bersifat materi ataupun harta
benda, misalnya dengan melakukan pelaporan pajak setiap tahun. Kita
mengevaluasi harta kekayaan kita apakah bertambah, berkurang. Apakah tahun ini
penghasilan saya bertambah atau malah berkurang.
Popular Posts
Blogger templates
Categories
Blogroll
Blog Archive
-
►
2014
(16)
- ► 10/05 - 10/12 (1)
- ► 09/14 - 09/21 (9)
- ► 05/11 - 05/18 (1)
- ► 04/27 - 05/04 (1)
- ► 01/26 - 02/02 (1)
- ► 01/19 - 01/26 (3)
-
►
2013
(11)
- ► 07/28 - 08/04 (5)
- ► 04/28 - 05/05 (1)
- ► 04/21 - 04/28 (1)
- ► 04/14 - 04/21 (1)
- ► 02/17 - 02/24 (1)
- ► 01/27 - 02/03 (1)
- ► 01/06 - 01/13 (1)
-
►
2012
(26)
- ► 12/23 - 12/30 (2)
- ► 12/16 - 12/23 (3)
- ► 11/04 - 11/11 (2)
- ► 09/16 - 09/23 (3)
- ► 09/09 - 09/16 (2)
- ► 08/19 - 08/26 (1)
- ► 08/12 - 08/19 (4)
- ► 05/20 - 05/27 (1)
- ► 05/13 - 05/20 (2)
- ► 05/06 - 05/13 (1)
- ► 04/15 - 04/22 (2)
- ► 03/04 - 03/11 (3)
-
►
2011
(54)
- ► 09/11 - 09/18 (7)
- ► 09/04 - 09/11 (2)
- ► 08/28 - 09/04 (2)
- ► 08/07 - 08/14 (2)
- ► 07/31 - 08/07 (1)
- ► 07/17 - 07/24 (2)
- ► 07/10 - 07/17 (3)
- ► 07/03 - 07/10 (6)
- ► 06/26 - 07/03 (2)
- ► 06/19 - 06/26 (1)
- ► 06/12 - 06/19 (3)
- ► 06/05 - 06/12 (4)
- ► 05/29 - 06/05 (1)
- ► 05/15 - 05/22 (2)
- ► 05/01 - 05/08 (7)
- ► 04/24 - 05/01 (8)
- ► 04/17 - 04/24 (1)
About
Copyright ©
KEROHANIAN DHARMA | Powered by Blogger
Design by Flythemes | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com


